Selasa, 20 April 2010

Proposisi

Proposisi

Jenis-jenis proposisi terbagi ke dalam empat aspek, yaitu dari bentuk, sifat, kualitas, dan kuantitas.

A. Berdasarkan Bentuk Berdasarkan bentuknya, proposisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Proposisi Tunggal

Proposisi tunggal adalah proposisi yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
Contohnya :
Premis 1          : Kendaraan beroda tiga dilarang masuk
Premis 2          : Becak adalah kendaraan beroda tiga
Kesimpulan     : Becak dilarang masuk

2. Proposisi Majemuk

Proposisi majemuk adalah proposisi yang terdiri atas satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Contohnya :
Premis 1          : Semua orang yang ingin sehat perlu makan makanan yang bergizi dan rajin berolahraga
Premis 2          : Anna ingin sehat
Kesimpulan     : Anna perlu makan makanan yang bergizi dan rajin berolahraga.

B. Berdasarkan Sifat

Berdasarkan sifatnya, proposisi juga terbagi menjadi dua jenis, di antaranya :

1. Proposisi Kategorial

Proposisi kategorial adalah proposisi yang hubungan antara subjek dan predikatnya tidak memerlukan syarat apa pun.
Contohnya :
Semua asisten di laboratorium Universitas Gunadarma adalah mahasiswa Universitas Gunadarma.

2. Proposisi Kondisional

Proposisi kondisional adalah kebalikan dari proposisi kategorial, yaitu proposisi yang hubungan antara subjek dan predikatnya memerlukan syarat tertentu.
Proposisi kondisional dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu :

a. Proposisi Kondisional Hipotesis

Proporsisi kondisional hipotesis adalah proposisi yang mengandung hubungan sebab dan akibat.
Contohnya :
Andai aku mempunyai sayap, aku ingin terbang tinggi melintasi langit biru.

b. Proposisi Kondisional Disjungtif

Proposisi kondisional disjungtif adalah proposisi yang mengandung dua pilihan.
Contohnya :
Pekerjaan Pak Andi adalah sebagai guru olahraga di sekolah dasar atau tukang ojek.

C. Berdasarkan Kualitas

Berdasarkan kualitasnya, proposisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Proposisi Positif/Affirmative

Proposisi positif/affirmative adalah proposisi yang memiliki kesesuaian antara subjek dan predikatnya.
Contohnya :
Semua ilmuwan adalah orang yang pandai dan pantang menyerah.

2. Proposisi Negatif

Proposisi negatif adalah kebalikan dari proposisi positif, yaitu proposisi yang tidak memiliki kesesuaian antara subjek dan predikatnya.
Contohnya :
Semua manusia bukanlah binatang.

D. Berdasarkan Kuantitas

Berdasarkan kuantitasnya, proposisi juga terbagi ke dalam dua jenis, antara lain :

1. Proposisi Umum

Proposisi umum adalah proposisi yang biasanya diawali dengan kata ‘semua’, ‘tidak satu pun’, ‘seluruh’.
Contohnya :
Semua manusia butuh bersosialisasi.

2. Proposisi Khusus/Spesifik

Proposisi khusus/spesifik adalah proposisi yang biasanya diawali dengan kata ‘sebagian’.
Contohnya :
Sebagian mahasiswa di Universitas Gunadarma juga menjabat sebagai staff.

Senin, 05 April 2010

KALIMAT AMBIGU

KALIMAT AMBIGU
Kalimat ambigu adalah kalimat yang mengandung makna ganda atau lebih dari satu baik karena struktur kalimatnya maupun karena penggunaan katanya. Uraian tersebut dimaksudkan agar kita bisa menghindari penggunaan kalimat yang bermakna ambigu.
Ambiguitas dapat juga terjadi karena penggunaan kata tertentu, misalnya:
1. Siapa pun yang hadir di sini boleh bersuara( kata 'bersuara' dapat bermakna mengeluarkan suara atau 'menyampaikan aspirasi').
2. Tahan orang-orang itu! (kata 'tahan' dapat bermakna 'masukkan ke ruang tahanan' atau 'jangan biarkan meninggalkan tempat').
Kalimat ambigu termasuk kalimat yang tidak efektif karena dapat menimbulkan kesalahpahaman, dan oleh karena itu, harus kita hindari.

Perhatikan struktur kalimat yang bermakna ambigu berikut ini.
• Istri pegawai yang gemuk itu berasal dari Surabaya.
• Saya telah memiliki buku sejarah demokrasi yang baru.
• Sumbangan kedua sekolah itu telah kami terima.
Kalimat-kalimat di atas memiliki makna ambigu (ganda) sehingga dapat membingungkan orang yang membacanya.
Pada kalimat 1, siapakah yang gemuk, pegawai atau isteri pegawai? Kalimat itu memang mengandung dua makna:
Pertama, yang gemuk adalah pegawai; atau
Kedua, yang gemuk adalah isteri pegawai.
Pada kalimat 2, apanya yang baru, bukunya, sejarahnya, atau demokrasinya? Kalimat itu bisa bermakna ambigu:
pertama, bukunya yang baru,
kedua, sejarahnya yang baru, dan
ketiga, demokrasinya yang baru.
Pada kalimat 3, juga terdapat makna ambigu:
pertama. ada dua kali sumbangan yang diberikan oleh sekolah itu, atau
kedua. ada dua sekolah yang menyumbang.

MOTIVASI

MENGAPA MOTIVASI ITU SANGATLAH PENTING ?

Motivasi memainkan peran penting dalam mencapai suatu tujuan bagi setiap individu. Motivasi telah menjadi semakin penting bagi setiap individual maupun kelompok. Atas pelaku dari sebuah organisasi secara konsisten memberikan kualitas kerja yang tinggi, mempertahankan tingkat produktivitas yang tinggi dan mengatasi rintangan atau tantangan. Membantu semua individu untuk mempertahankan tingkat motivasi yang tinggi dapat membantu individu lainnya untuk tetap berkomitmen untuk bekerja keras dan memberikan kontribusi nilai sebanyak mungkin bagi diri sendiri maupun kelompok.
Motivasi dapat ditingkatkan atau didorong dalam beberapa cara. Motivasi dapat ditingkatkan dengan insentif, umpan balik, dan lain sebagainya. Jenis-jenis taktik motivasi mencakup, peristiwa-peristiwa yang meningkatkan semangat bagi individu masing-masing, tumbuh dalam posisi mereka.
Adapun manfaat dalam motivasi. Strategi motivasi dapat membantu meningkatkan kinerja setiap individu, mengurangi kemungkinan semangat kerja individu rendah, mendorong kerja suatu tim dan menanamkan sikap positif selama menantang.

SUBJEK DAN PREDIKAT

POLA HUBUNGAN ANTARA SUBJEK DAN PREDIKAT

Kita sering menjumpai kalimat, baik dalam novel, majalah, koran, blog, maupun media – media tulis lainnya. Namun, setiap kalimat yang tentu memiliki struktur, yakni suatu susunan yang minimal terdiri dari subjek dan predikat. Subjek merupakan pelaku, umumnya merupakan makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan sebagainya, dan predikat merupakan objek yang dikenai perlakuan atau dikenai pekerjaan dari subjek. Lantas, bagaimanakan pola hubungan kedua elemen ini dalam struktur s uatu kalimat? Terdapat kurang lebih 4 pola hubungan antara subjek dan predikat, antara lain sebagai berikut :
1. Semua Subjek adalah Predikat.

Disini dapat dikatakann semua subjek adalah predikat.
Contoh :
• Semua Ayah adalah kepala keluarga.
• Semua makhluk hidup ciptaan tuhan.

2. Sebagian Subjek adalah Predikat.
Pola ini menggambarkan bahwa terdapat sebagian subjek yang merupakan predikat.
Contoh :
• Sebagian hewan adalah kelinci.
• Sebagian kendaraan adalah motor.

3. Subjek terkait dengan Predikat.
Merupakan pola dimana terdapat kaitan antara subjek dan predikat, dimana sebagian subjek juga merupakan sebagian predikat.
Contoh :
• Sebagian manusia adalah sebagian wanita.
• Sebagian binatang adalah sebagian jinak.

4. Semua Subjek adalah bukan Semua Predikat.
Pola ini menggambarkan bahwa terdapat juga kondisi dimana semua subjek merupakan bukan semua predikat.
Contoh :
• Semua hewan adalah bukan semua kendaraan.
• Semua kendaraan bukan semua binatang.

ESAI


ESAI

Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Berikut ini panduan dasar dalam menulis sebuah esai.
Struktur Sebuah Esai. Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf :

1.       Paragraf pertama
Dalam paragraf ini, penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.
2.       Paragraf kedua sampai kelima
Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.
3.       Paragraf kelima (terakhir)
Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis  untuk meyakinkan pembaca.

Langkah-langkah membuat Esai :
1.       Tentukan topic.
2.       Buatlah outline atau garis besar ide-ide anda.
3.       Tuliskan tesis anda dalam kalimat yang singkat dan jelas.
4.       Tuliskan tubuh tesis anda:
·         Mulailah dengan poin-poin penting.
·         Kemudian buatlah beberapa sub topik.
·         Kembangkan sub topik yang telah anda buat

5.       Buatlah paragraf pertama (pendahuluan).
6.       Tuliskan kesimpulan.
7.       Berikan sentuhan terakhir.

Memilih Topik
Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya.
Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda.
Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.

Tentukan Tujuan
Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.

Tuliskan Minat Anda
Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.