Senin, 15 Februari 2010

Sistem Operasi Jaringan

                                                        SISTEM OPERASI JARINGAN


Sistem operasi jaringan (Network Operating System) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.
Jaringan Peer to Peer
Jaringan peer-to-peer menyatakan model jaringan yang memberikan kedudukan yang sama terhadap semua computer. Tak ada yang bertindak sebagai server ataupun client eksplisit. Oleh karena itu tidak ada media penyimpanan yang bersifat global, dalam arti dipakai oleh sejumlah computer. Pada model seperti ini, dua computer dapat berhubungan dengan langsung tanpa bergantung pada server. Model ini lebih murah dari pada client/server, tetapi hanya dapat berjalan efektif kalau jumlah computer tidak lebih dari 25 buah.
• Setiap komputer yang terhubung pada jaringan dapat berkomunikasi dengan komputer-komputer lain secara langsung tanpa melalui komputer perantara.
• Pada jaringan ini sumber daya terbagi pada seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut, baik sumber daya yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak dan datanya.
• Komputer yang terhubung dalam jaringan peer to peer pada prinsipnya mampu untuk bekerja sendiri sebagai sebuah komputer stand alone.
• Tipe jaringan seperti ini sesuai untuk membangun sebuah workgroup dimana masing-masing penguna komputer bisa saling berbagi pakai penggunaan perangkat keras.

Jaringan Client/Server
Client/server adalah suatu model jaringan yang memiliki client dan server adalah computer yang meminta layanan (bias berupa data ataupun perangkas keras seperti printer), sedangkan server adalah computer yang bertindak untuk melayani permintaan client. Fungsi server sendiri sebenarnya berupa perangkat lunak yang dijalankan pada perangkat keras yang umumnya berupa computer. Beberapa contoh fungsi server yaitu file server, print server, web server, dan mail server. File server menangani berkas yang dapat diakses oleh client. Print server bertindak sebagai pengontrol printer yang dapat digunakan oleh client. Web server menangani halaman-halaman Web yang dapat diakses oleh browser. Mail server menangani surat elektronis.

• Terdapat sebuah komputer berfungsi sebagai server sedangkan komputer yang lain berfungsi sebagai client.
• Komputer server berfungsi dan bertugas melayani seluruh komputer yang terdapat dalam jaringan tersebut.
• Sedangkan komputer client (workstation) sesuai dengan namanya menerima lanyanan dari komputer server.

Sekilas tentang GNU/Linux
Pada tahun 1971, ketika Richard M Stallman memulai karirnya di MIT, ia bekerja dalam grup yang sepenuhnya menggunakan perangkat lunak bebas. Pada saat itu, bahkan perusahaan komputer pun sering mendistribusikan perangkat lunak bebas. Para programmer pun dapat dan sering secara bebas untuk saling bekerjasama.
Pada tahun 1980-an, hampir semua perangkat lunak Berpemilik (Proprietary Software), yang artinya ada pemilik perangkat lunak yang melarang dan mencegah kerjasama antara para pengguna. Hal ini yang mencetuskan dimulainya proyek GNU.
Setiap komputer dari pengguna memerlukan sistem operasi. Jika tidak ada sistem operasi yang bebas, maka kita tidak dapat memulai menggunakan komputer tanpa meminta ijin dahulu kepada pemilik perangkat lunak tersebut. Maka dari itu, perangkat lunak bebas pertama yang diagendakan adalah sistem operasi bebas.
Sistem operasi bukan hanya kernel, tapi juga mencakup kompilator, editor, pemformat teks, perangkat lunak pengirim surat, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, memprogram sistem operasi merupakan pekerjaan yang sangat besar, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.
GNU memutuskan membuat sistem operasi yang kompatibel dengan UNIX, karena desainnya secara umum telah terbukti, portabel, dan adanya kompatibilitas yang membuat pengguna UNIX dengan mudah untuk berganti ke GNU.
Tujuan awal dari sistem operasi seperti Unix yang bebas telah berhasil diperoleh. Hingga tahun 1990-an, GNU telah menyelesaikan komponen-komponen utama kecuali satu--yaitu kernel. Kemudian Linux, sebuah kernel bebas, dikembangkan oleh Linus Torvald. Menggabungkan Linux dengan sistem GNU yang hampir lengkap membuahkan sebuah sistem operasi yang lengkap: sistem GNU berbasiskan Linux. Diperkirakan bahwa ratusan dari ribuan orang saat ini menggunakan sistem GNU berbasiskan Linux, termasuk Slackware, Debian, Red Hat dan lainnya.

                                                                    DAFTAR PUSTAKA

Kadir, Abdul; Pengenalan Teknologi Informasi; Yogyakarta; Penerbit Andi; 2003.
http://iboed.ifastnet.com/?page_id=11


Tidak ada komentar:

Posting Komentar