Senin, 11 Januari 2010

Ciptakan Aksen dengan Motif Animal Print

Motif kulit binatang sempat menjadi tren di dunia fesyen beberapa tahun lalu. Di dunia interior pun rupanya motif animal print cukup digemari. Keberadaanya menghadirkan aksen pada ruangan.

Menciptakan aksen pada ruangan, tak selalu dengan permainan warna, motif pun bisa jadi aksen menarik. Anda tentu ingat, motif animal print sempat menjadi tren beberapa tahun lalu. Motif ini banyak digemari karena kemampuannya menarik perhatian. Tak hanya di dunia fesyen, dalam mendandani interior rumah pun, motif animal print bisa jadi aksen yang eye catching.

Motif kulit binatang memberikan kesan berani dan percaya diri. Sama halnya seperti pada dunia tata busana, motif animal print hanya cocok dikenakan oleh mereka yang berkarakter percaya diri. Pasalnya, meski hanya sedikit diaplikasikan, motif ini sangat mudah menarik perhatian. Sifatnya ini bisa jadi menguntungkan, bisa juga merugikan. Kalau tak hati-hati mengaplikasikannya, bisa-bisa ruangan kita justru terlihat penuh dan kampungan.

Motif kulit binatang sebaiknya diaplikasikan sebagai aksen saja, bukan sebagai motif dominan. Anda bisa mengaplikasikannya pada karpet, sofa, bantalan kursi, atau bantal-bantal dekoratif. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, jangan sembarangan memadukan motif kulit binatang. Motif kulit macan dipadukan dengan motif kulit leopard, misalnya. Keduanya memang sesama macan, tetapi paduan kedua motif ini tidak match, justru membuat ruangan tampak ditata asal-asalan.

Setiap motif kulit binatang, sebenarnya menimbulkan kesan yang berbeda-beda. Motif belang kulit macan, atau macan tutul, berwarna cokelat keemasan, dapat memberikan kesan mewah. Sedangkan motif kulit sapi, yang biasanya berwarna merah dan putih, lebih cocok diaplikasikan pada ruangan bergaya modern dan minimalis.

Siap tampil beda dan menarik perhatian? Selamat mendandani ruang dengan motif animal print.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar